Home / Budaya / Rentak Tari Gendong di Festival Pantai Selat Baru

Rentak Tari Gendong di Festival Pantai Selat Baru

Rentak Tari Gendong di Festival Pantai Selat Baru
rec
Pj Bupati iBengkalis bersama penari Tari Gendong di Festival Pantai Selat Baru.

Kabar Melayu (BENGKALIS) - Ritual Tari Gendong membuat Pj Bupati Bengkalis Ahmad Syah Harrofie dan isteri larut mengikuti irama tari yang dibawakan oleh warga Suku Asli Desa Jangkang, Minggu (08/11/2015). Sepasang sejoli ini menari dan bergoyang mengikuti rentak irama bersama para penari lainnya mengitari miniatur perahu layar lancang kuning.

Tokoh Suku Asli Desa Jangkang, Comeng menuturkan, tarian ini mengisahkan tradisi buang balak. Sebelum miniatur lancang kuning dilarung ke laut, para ibu-ibu melakukan ritual menari mengelilingi lancang kuning.

Aksi Pj bupati dan isteri didampingi Kaban Kesbang, Rusli, tentu mencuri perhatian para pengunjung festival pantai Selatbaru. Tenda biru tempat pertunjukan Tari Gendong disesaki para pengunjung, bahkan tak sedikit warga yg mengabadikan aksi pj Bupati beserta isteri.

Meski terlihat agak kaku, namun Embung Megasari Zum tampak menghayati dan menjiwai tarian Gendong, terlihat dari gerakan tari telah menyamai para ibu-ibu Suku Asli. Ternyata aksi Pj Bupati dan isteri membuat kelompok Tari Gendong Suku asli merasa tersanjung dan terhormat.

"Kami merasa senang, seorang pemimpin mau bergabung dengan kami untuk ikut menari. Mudah-mudahan ini pertanda, agar tradisi dan seni budaya kami dapat terus dilestarikan," ujar comeng.

Setelah miniatur kapal lancang kuning dikeliling oleh ibu-ibu, selanjutnya dibawa ke laut oleh dua pria dengan diiring para penari. Lancang kuning selanjutnya dilarung di lautan lepas.

Pj Bupati Bengkalis Ahmad Syah Harrofie mengatakan, tarian gendong dari Suku Asli merupakan potensi khasanah budaya yang dimiliki oleh kabupaten Bengkalis. Semua pihak harus menjaga dan melestarikan tradisi ini agar tidak lekang ditelan zaman. Terlebih dengan gencarnya serangan budaya asing dan kemajuan teknologi membuat budaya lokal tergerus. "Saya sangat apresiasi kepada masyarakat yang terus melestarikan seni budaya lokal," ujar Ongah Ahmad.

Dikatakan Ongah, Kabupaten Bengkalis memiliki beragam budaya,  khususnya di Kecamatan Bantan ini terdapat budaya Melayu, Jawa, Tionghoa, maupun Suku asli. Keberadaannya harus terus dilestarikan khususnya oleh para generasi muda.(rec)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.