Home / Lingkungan / El Nino Belum Berakhir Sampai Tahun Depan

El Nino Belum Berakhir Sampai Tahun Depan

Berdampak Pada Produksi Pertanian

El Nino Belum Berakhir Sampai Tahun Depan
Internet
Ilustrasi

Kabar Melayu (Jakarta) - Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (CIDES) Indonesia, Rudi Wahyono memperingatkan, dampak El Nino belum berakhir sampai tahun depan.

El Nino telah menyebabkan kekeringan yang parah di negeri ini dan menjadi penyebab bencana kebakaran hutan dan lahan.

Peneliti energi kelautan dan lingkungan CIDES ini mengatakan, Indonesia sepenuhnya akan aman dari dampak El Nino pada bulan Oktober tahun 2016 mendatang. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah untuk memperkuat logistik guna mengatasi dampak dari fenomena cuaca El Nino.

"Penguatan logistik adalah salah satu cara untuk mengatasi dampak El Nino," katanya di Jakarta, Rabu (11/11).

Menurut NOAA, NASA, ESA-Eropa dan CSIRO Australia, El Nino akan berlangsung hingga Oktober 2016. El Nino juga masih akan berdampak di Indonesia, khususnya di bagian timur Indonesia.

Dampaknya kini mulai melemah di negara bagian barat. Hujan mulai turun dengan angin kencang dan petir yang hanya bertahan sesaat.

"Kondisi masih bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan infeksi saluran pernapasan akut," katanya.

Berdasarkan data satelit pemantauan emisi troposper ESA, Instrumen Pemantauan  Aura Ozon NASA dan NASA MOPITT CO dan Nitro oksida (NOx), kandungan ozon permukaan yang berbahaya tidak hanya untuk manusia dan hewan, tetapi pertanian, seperti sayuran dan buah-buahan.

Dengan El Nino, penyerapan cahaya matahari menurun. Dalam kondisi seperti itu, produktivitas pertanian akan menurun, katanya. Implikasi ekonominya adalah harga komoditas pertanian akan meningkat. Oleh karena itu, pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa El Nino tidak berdampak pada produksi pertanian adalah melawan logika dan tidak sejalan dengan hasil penelitian internasional.

Ia mencontohkan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah merusak tanaman percobaan PUSRI di Jakabaring, Palembang. Tanaman tersebut layu dan mati.

Sumber
Alih Bahasa: Andi

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.