Home / Seni / Seniman ini Berkarya tanpa Jari Tangan

Seniman ini Berkarya tanpa Jari Tangan

Seniman ini Berkarya tanpa Jari Tangan
Internet
Peng Jiangya, berkarya tanpa jari tangan.

Kabar Melayu - Di dunia ini, manusia ada yang tercipta dengan sempurna dan ada yang memiliki kekurangan. Bersyukurlah bagi kalian yang memiliki kesempurnaan fisik. Kalian bisa melaksanakan aktivitas dengan baik tanpa kesulitan.

Walaupun memiliki fisik yang sempurna, tak jarang mereka ingin mendapatkan kekayaan dengan cara instan. Mereka yang memiliki kekurangan fisik malah memanfaatkan kekurangannya untuk melakukan hal yang tak baik, seperti meminta-minta. Tapi hal ini tidak berlaku bagi seniman wanita ini.

Peng Jiangya, adalah seorang wanita yang hidup di desa kecil di Pegunungan Fanjing di Yunnan-Guizhou, China. Dulu ia memiliki jari-jari tangan yang lengkap, namun karena peristiwa ketika ia masih kecil membuatnya kehilangan jari-jari tangannya.

Saat Peng kecil, ia terjatuh di dekat tungku api dan membakar tangannya. Kala itu, orang tua Peng sedang tidak di rumah, sehingga ia tidak bisa mendapatkan pertolongan pertama. Karena keadaan ekonomi keluarganya, Peng tidak dapat melakukan operasi rekonstruksi pada jarinya, hingga membuatnya tidak memiliki jari.

Kehidupan tanpa jari dilalui Peng dengan sulit. Ia tidak bisa memagang sumpit dan segala sesuatu yang biasanya ia lakukan dengan mudah menjadi sulit.

Tapi, Peng bukan orang yang mudah menyerah. Ia terus berusaha dan giat berlatih melakukan segala sesuatu sendiri. Akhirnya, ia dapat melakukan segala sesuatunya dengan mudah walau tanpa jari.

Bahkan, Peng berhasil menyelesaikan sekolahnya dan menikah di usia 18 tahun. Ia pun dikaruniai empat orang anak dari hasil pernikahannya tersebut.

Tapi, kondisi ekonomi keluarganya pun bukan tergolong keadaan ekonomi yang baik. Uang dari hasil kerja suaminya tak mencukupi untuk hidupnya dan anak-anaknya.

Akhirnya, Peng bekerja sebagai penyulam. Memang awalnya sangat susah menyulam tanpa jari, tapi lama kelamaan Peng dapat melakukannya dengan baik. Ia juga dapat memasukkan benang ke dalam jarum dalam waktu kurang dari lima detik.

Bahkan, hasil sulaman Peng tak kalah indah dari para seniman yang memiliki jari lengkap. Peng juga dapat menyelesaikan sulaman sulit dalam waktu dua bulan.

Berkat beritanya yang sudah menyebar, kini banyak wisatawan yang datang untuk membeli hasil sulaman Peng.

Dari kisah ini, kita sebagai manusia yang memiliki organ tubuh lengkap dan sempurna secara fisik harus lebih giat dalam berusaha. Jangan mudah putus asa, lakukan segala sesuatu dengan baik dan pantang menyerah.(KM)

Sumber

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.