Home / Kuliner / Asidah, Makanan Langka Khas Riau

Asidah, Makanan Langka Khas Riau

Asidah, Makanan Langka Khas Riau
Internet
Asidah, penganan khas Riau yang semakin langka.

Kabar Melayu - Membaca kata 'Asidah', ingatan saya langsung menerawang ke masa 25 tahun lalu. Ya, mendiang omak dulunya memang rajin membuat juadah khas Riau ini. 

Setelah berselancar di google dengan kata kunci 'Asidah', akhirnya saya bisa mengingat lagi bagaimana kenyal dan lengketnya penganan ini di mulut. Mungkin sudah 25 tahun juga saya tak mencicipinya.

Dari salah satu sumber, Asidah sendiri terinspirasi dari kudapan Arab yang kemudian dikreasikan dengan cita rasa Melayu. Seperti namanya yang feminim, penganan ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis gurih perpaduan kayu manis, pandan dan cengkeh. 

Asidah biasanya dibentuk dengan unik sesuai kreasi pembuatnya. Ada yang berbentuk bunga mawar, daun, jambu atau bulat. Di bagian atas diberi taburan bawang goreng untuk menambah aroma dan rasanya.

Ternyata, penganan yang berbahan sederhana ini kini sudah jarang ditemui. Kurangnya pengenalan dari generasi tua kepada generasi muda, menyebabkan makanan ini kian langka. 

Masih dari hasil berselancar saya di google, saya menemukan resep membuat Asidah, semoga bermanfaat.

Bahan:
- 2 gelas tepung terigu
- 1 butir telur ayam
- 1 gelas gula pasir
- 3 gelas air
- 2 biji bunga cengkeh dan 1 cm kulit kayu manis (ditumbuk halus)
- 1 ons bawang, diiris, goreng sampai kuning kecoklatan
- 100 gram mentega dicairkan
- 1/2 sendok teh garam
- 6 sendok makan minyak untuk menggoreng bawang
- 1 lembar daun pandan dimemarkan

Cara Membuat:
Bawang di iris lalu digoreng hingga kuning kecoklatan, angkat ditiriskan minyaknya.
Masukkan mentega ke dalam minyak bekas menggoreng bawang hingga mentega mencair dan menyatu dengan minyak, lalu angkat.

Tepung diayak lalu diaduk bersama gula pasir + air 3 gelas air + garam + kocokan telur ayam + bubuk bunga cengkeh, kulit kayu manis + daun pandan, lalu adonan diaduk rata sampai semua larut.

Saring adonan ke dalam wajan hingga menghasilkan adonan yang halus, dimasak di atas api sedang, diaduk dan masukkan campuran mentega dan minyak sedikit demi sedikit, sisakan kira-kira 5 sendok untuk olesan, diaduk terus hingga menjadi adonan yang licin dan tidak lengket.

Angkat adonan lalu dibentuk dalam piring sesuai dengan keinginan. Olesi campuran mentega dan minyak, lalu taburi bawang goreng. Dan, asidah siap untuk dinikmati.(km)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.