Home / Sosial / Tak Jadi Dioperasi, Balita Penderita Jantung Bocor Kembali ke Pelalawan

Tak Jadi Dioperasi, Balita Penderita Jantung Bocor Kembali ke Pelalawan

Tak Jadi Dioperasi, Balita Penderita Jantung Bocor Kembali ke Pelalawan
rec
Bupati Pelalawan, HM Harris saat mengantarkan Nurul Aisyah balita penderita jantung bocor ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, Kamis (23/4/2015) lalu.

Kabar Melayu (PELALAWAN) - Nurul Aisyah, balita penderita jantung bocor asal Kabupaten Pelalawan yang dijanjikan akan menjalani operasi melalui program Jamkesda di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, harus kembali ke Pelalawan. RS Harapan Kita enilai surat dari Diskes Pelalawan ini palsu.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, dr. Endid R. Pratikno, membantah keras statement Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta yang menyebutkan surat Diskes Pelalawan dan Diskes Riau palsu.

"Kita sudah instruksikan Kasi Pelayanan Dasar, Yandas, yang mengurusi Jamkesda dr. Irna untuk langsung melakukan komunikasi dengan RS Harapan Kita. Hasilnya, pihak rumah sakit awalnya minta rujukan, namun tidak perlu karena sudah ada surat kontrol dari rumah sakit," papar dr. Endid, Sabtu (14/11/2015).

Selanjutnya, sambung Endid, jadwal pertama operasi Nurul akan dijadwalkan Minggu depan. Namun info terakhir, disebutkan dokter yang akan melakukan operasi sedang dalam pendidikan ke luar negeri dan baru akan selesai dua bulan lagi.

"Oleh karenanya, Nurul Aisyah dan keluarga akan segera kembali ke Pelalawan. Dalam waktu dekat akan kembali ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita untuk operasi dua bulan lagi," ucapnya.

Dikatakan Endid, segala pembiayaan operasi Nurul ditanggung oleh pemerintah Propinsi Riau. "Tapi kita tetap tidak lepas tangan, karena memang bocah Nurul adalah pasien kita," tutupnya. (rec)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.