Home / Pendidikan / Guru Pelalawan Minim Penguasaan Tekhnologi

Guru Pelalawan Minim Penguasaan Tekhnologi

Guru Pelalawan Minim Penguasaan Tekhnologi
Internet
Ilustrasi

Kabar Melayu (PELALAWAN) - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pelalawan M. Syafii menyebutkan, kendala yang dialami oleh para guru saat ini adalah soal kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Artinya, kualitas para guru dalam hal tekhnologi dan bidang tulis-menulis perlu ditingkatkan ke depannya.  

"Itu yang masih menjadi persoalan selama ini, karena masih banyak juga guru yang tak pandai tulis-menulis dan minim dalam hal tekhnologi. Jika persoalan-persoalan seperti ini bisa diatasi, maka permasalahan guru bisa diminimkan, sehingga mereka bisa berkontribusi lebih maksimal dan menghasilkan output yang bagus ke depannya," ujar Syafii, Ahad (15/11/2015).

Dikatakannya, tekhnologi dalam media pembelajaran terus menerus mengalami perkembangan. "Saat ini guru tidak hanya cerdas, tapi bisa menerapkan tekhnologi dalam media pembelajaran. Jadi tidak hanya bercerita teori, namun dituntut menguasai dan menerapkan tekhnologi didalam media pembelajaran," papar M Syafii.

Oleh karenanya, sambung Syafii, PGRI telah berupaya menggolkan dana sertifikasi untuk dipergunakan para guru meningkatkan SDM. Dana tersebut bisa digunakan untuk membeli laptop sarana dan prasarana tekhnologi lainnya yang mendorong peningkatan SDM guru. 

"Aneh saja, jika hari ini masih ada guru yang tidak mengikuti perkembangan tekhnologi bahkan tidak bisa menggunakan internet," ucapnya.

PGRI Pelalawan berharap agar pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawaan untuk mendorong para guru menerapkan sistem tekhnologi sebagai media pembelajaran. "Kita jangan sampai tertinggal soal teknologi, karena teknologi terus berkembang. Disdik diharuskan melaksanakan program-program peningkatan SDM guru, seperti pelatihan maupun pembinaan terhadap guru, terutama sekali soal penguasaan tekhnologi," tutupnya. (rec)

1 Komentar

  1. avatar
    Tes KOmen 27 Desember 2015, 20:14
    uigkj kkjh
    Balas

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.