Home / Pemerintahan / Dewan Minta SKPD dan PPK Awasi Proyek

Dewan Minta SKPD dan PPK Awasi Proyek

Terindikasi Banyak Asal Jadi

Dewan Minta SKPD dan PPK Awasi Proyek
Internet
Faisal SE, M.Si

Kabar Melayu (PELALAWAN) - Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diminta untuk lebih mengawasi kegiatan proyek yang sedang berjalan. Pasalnya terindikasi banyak proyek asal jadi dikarenakan beberapa hal, seperti pencapaian target serta keuntungan yang berlipat ganda.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Gerindra Plus Faisal SE, M.Si didampingi anggota Fraksi H. Oerpan, Senin (16/11/2015). Menurutnya, sejumlah laporan masyarakat yang masuk terkait pekerjaan proyek yang asal jadi tanpa mengutamakan kualitas dan bestek.

"Sudah banyak laporan masyarakat yang masuk ke kita. Jadi bukan kita asal ngomong saja. Bayangkan saja jalan yang baru dibangun sudah hancur. Belum lagi bangunan-bangunan fisik yang dibangun sudah mengalami kerusakan disana-sini. Ini perlu kita sampaikan biar menjadi perhatian penuh SKPD terkait yang menjalankan proyek bersama PPK," paparnya.

Menurut Faisal, pengawasan pekerjaan proyek harus dilakukan dengan seksama. Jika tidak memenuhi spek dan bestek yang tertuang dalam Rincian Anggaran Biaya (RAB) maka sebaiknya SKPD terkait dan PPK menolak proyek tersebut.

"Pembangunan inikan dinikmati untuk masyarakat jadi harus dibangun dengan kualitas yang baik dan bukan asal jadi. Kapan lagi kita bisa berubah dan membiarkan pihak-pihak yang mencari keuntungan besar tanpa ada rasa tanggung jawab membangun Pelalawan," tegas Faisal yang juga menjabat Sekretaris Komisi I DPRD Pelalawan ini.

Sementara itu, H. Oerpan menambahkan kedepannya agar seluruh satker untuk betul-betul menganggarkan sebuah proyek, sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Jangan asal masuk dalam RAK saja anggaraannya, tapi kondisi di lapangan tidak diketahui secara pasti. Apakah layak dan benar-benar bisa dilaksanakan nantinya," jelas anggota Fraksi Gerindra ini.

Menurut Oerpan, hal itu penting untuk dilaksanakan satker. "Sebagai bahan evaluasi agar proyek berjalan sesuai yang diinginkan. Jangan saampai diakhir tahun, anggaran yang sudah disahkan tak berjalan dan hanya menjadi Silva," tutup Oerpan.(rec)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.