Home / Pendidikan / Masih Ada Guru Bergaji Rp350 Ribu

Masih Ada Guru Bergaji Rp350 Ribu

Masih Ada Guru Bergaji Rp350 Ribu
Internet
Ilustrasi

Kabar Melayu (MEDAN) - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Medan, Ramlan Tarigan mengatakan, sampai saat ini kondisi guru masih memprihatinkan. Masih ada guru honor yang mengajar di beberapa sekolah di daerah itu yang memiliki gaji Rp350 ribu per bulan.

"Walaupun demikian para guru honorer berusaha mengajar dengan maksimal. Untuk itulah, melalui kesempatan ini kami berharap kepada Pj Walikota untuk menambah penghasilan para guru honorer. Apalagi payung hukum untuk itu ada. Kita berharap hal ini dapat direalisasikan, sehingga ini bisa menjadi kado bagi mereka di Hari Guru," kata Ramlan Tarigan di Medan, Senin (16/11).

Ramlan optimistis dengan penambahan penghasilan ini, para guru bisa lebih maksimal dan profesional lagi mengajar, dengan demikian proses belajar mengajar akan menjadi lebih baik lagi ke depannya dan mampu menghasilkan siswa-siswa yang cerdas dan berkarakter.

"Insya Allah jika penghasilan guru honorer bertambah, pendidikan di Kota Medan bisa lebih baik lagi," katanya.

Pj Wali Kota Drs H Randiman Tarigan mengaku terkejut mendengar penjelasan Ketua PGRI Kota Medan bahwasannya gaji guru honorer sangat minim. Dengan gaji sekecil itu, Randiman yakin perhatian para guru honorer tidak sepenuhnya terfokus pada proses belajar mengajar, apalagi jika guru honorer itu sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Atas dasar itulah ia berjanji akan segera menggelar rapat dengan Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis beserta SKPD terkait. "Dalam rapat nanti kita akan mempelajari fakta maupun payung hukumnya. Jika itu tidak melanggar peraturan maupun hukum yang berlaku, saya setuju penghasilan guru honorer ditambah," katanya.

Sumber

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.