Home / Wisata / HPN 2016 Ikut Promosikan Wisata Halal

HPN 2016 Ikut Promosikan Wisata Halal

HPN 2016 Ikut Promosikan Wisata Halal
Republika
Menteri Pariwisata Arif Yahya ketika bertemu dengan PWI dan Panitia HPN 2016 di Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Kabar Melayu (JAKARTA) - Penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Provinsi NTB dinilai tepat untuk mempromosikan wisata halal di daerah itu.

"Untuk mendorong peningkatan kunjungan wisman kita harus memanfaatkan potensi turisme di setiap objek wisata. Pemerintah Provinsi NTB berupaya memperkenalkan NTB sebagai objek halal tourism, ini harus kita dukung. HPN bisa melambungkannya," ujar Menteri Pariwisata Arif Yahya ketika bertemu dengan pimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Panitia HPN 2016 di kantornya, Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (17/11).

Salah satu upaya pemerintah Indonesia mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang pada tahun 2019 adalah dengan mempromosikan konsep wisata halal di NTB.

Selain wisata halal, sambung Arif Yahya, potensi wisata bahari di NTB juga sangat besar. Kebijakan bebas visa yang baru-baru ini diumumkan pemerintah, katanya lagi, diharapkan juga akan menarik perhatian kapal-kapal pesiar singgah di kepulauan Indonesia, khususnya di NTB.

Menyambut pernyataan Menteri Pariwisata Arif Yahya, Ketua Umum PWI yang juga Penanggung Jawab HPN 2016 Margiono menambahkan, pihaknya tengah merancang program bersama antara komponen pers dan Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kesadaran wisata di kalangan jurnalis dan pengelola redaksi.

"Target kunjungan wisman ke Indonesia juga menjadi tanggung jawab pers Indonesia. Mengabarkan keindahan negeri kita kepada dunia adalah juga tugas dan tanggung jawab kami secara moral," ujar Margiono.

Sumber

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.