Home / Budaya / Adab dan Pantang Larang Wanita Hamil Dalam Masyarakat Melayu

Adab dan Pantang Larang Wanita Hamil Dalam Masyarakat Melayu

Adab dan Pantang Larang Wanita Hamil Dalam Masyarakat Melayu
Internet
Ilustrasi

Pernahkah anda ditegur atau dilarang oleh orang-orang tua atau terutamanya supaya tidak melakukan sesuatu?

Kabar Melayu - Pantang larang dalam masyarakat merupakan kepercayaan yang biasanya berdasarkan budaya warisan serta adat sesuatu kaum/bangsa. Pantang larang ini bukan hanya dari segi adab atau tingkah laku, tetapi juga dalam hal makan/minum serta banyak hal lain dalam kehidupan sehari-hari. Jika pantang larang itu dilanggar, maka akan memberi kesan tidak baik.

Pantang larang ialah pantangan dan larangan yang tidak boleh dilakukan oleh setiap orang, karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak baik terhadap dirinya sendiri, keluarga dan juga kepada orang lain. Di Indonesia yang majemuk dengan suku bangsa, tentu pula banyak macam pantang larang ini, sesuai dengan adat budaya masing-masing. 

Banyak orang yang percaya, namun tidak sedikit pula yang tak percaya. Di dalam masyarakat yang kental dengan adat budaya, pantang larang ini sangat ditaati. Tetapi beda hal dengan masyarakat kota yang hidupnya tak lagi berpatok pada adat istiadat, hanya sedikit masyarakat kota yang percaya dengan pantang larang ini. Memang, semua kembali kepada individu masing-masing. 

Nah, di tulisan ini saya coba mengangkat tentang pantang larang bagi wanita yang sedang hamil yang dipercaya dan ditaati dalam masyarakat adat Melayu. Percaya atau tidak, pantang larang ini dilaksanakan oleh orang tetua masyarakat Melayu terdahulu.

Bagi masyarakat Melayu, orang hamil harus menjaga setiap perkataan dan tingkah laku. Orang hamil tidak boleh berbicara sembarangan, tidak boleh asal bicara, karena dipercaya bisa menimbulkan akibat kepada anak yang dikandungnya kelak akan bersifat seperti itu juga.

Dalam masyarakat Melayu, orang yang sedang hamil tidak boleh menganiaya binatang ataupun sengaja menyakitinya. Apabila wanita yang sedang hamil tersebut atau suaminya melakukan hal itu, maka anak yang dikandungnya kelak jika sudah lahir, niscaya akan cacat, sebagai mana ayah atau ibunya menganiaya binatang tersebut. 

Hal di atas mungkin sudah lumrah dan sering didengar. Namun masih banyak lagi pantang larang bagi wanita yang sedang hamil yang tidak boleh dilakukan, diantaranya:

1. Tidak boleh makan sambal dalam lesung batu. Hal ini dipercaya jika kelak anaknya lahir, maka bibir anaknya akan tebal seperti permukaan lesung batu tersebut.

2. Tidak boleh mencicipi masakan dalam sendok. Hal ini dipercaya setelah lahir dahi atau kepala anaknya lapang/jendul.

3. Tidak boleh membelit handuk di leher. Kelak jika lahir tali pusat anak terbelit. Dari cerita seorang teman, dirinya pernah mengalami hal seperti ini.  

4. Tidak boleh makan dalam mangkuk. Ini dipercaya kelak anak yang dilahirkan akan kuat makan.

5. Tidak boleh duduk di tengah pintu. Nah, ini tentunya cukup menakutkan bagi ibu hamil, karena jika melakukan hal ini, maka dipercaya akan sulit dalam persalinan.

6. Tidak boleh banyak tidur siang, kelak anak di dalam perut akan besar.

7. Tidak boleh banyak menangis, nanti anaknya menjadi cengeng. Cerita ini tentu sudah sering kita dengar, bahkan dalam masyarakat perkotaan sekalipun.

8. Tidak boleh mengomel di waktu hamil, kelak anaknya suka melawan orang tua.

9. Tidak boleh berbohong, kelak kepala anak besar.

10. Tidak boleh malas, kelak anaknya kemayu/gemulai.

11. Tidak boleh melihat gerhana bulan. Dikhawatirkan anak akan mendapat tanda hitam di badan.

12. Tidak boleh memaku, memahat dan sebagainya. Hal ini dikhawatirkan bayi akan mengalami bibir sumbing.

13. Tidak boleh memasukkan kapuk ke dalam bantal. Hal ini dikhawatirkan sang ibu akan kesulitan semasa hendak melahirkan.

14. Tidak boleh memakan makanan yang gatal, seperti sayur rebung dan lain-lain. Ini dipercaya  bayi yang lahir kelak akan berbulu lebat, terutama di bagian wajah.

15. Tidak boleh memakai kain sarung dari kaki. Sebaliknya, ketika memakain kain sarung harus dari atas kepala ke bawah. Ini dikhawatirkan ketika melahirkan sang bayi songsang.

Meskipun kadang dianggap aneh dan remeh, namun kebanyakan dari pantang larang ini bertujuan untuk mendidik masyarakat agar mengamalkan nilai-nilai dan norma-norma dalam kehidupan. Inilah yang bakal diturunkan dari satu generasi ke generasi seterusnya.

Bagaimanapun, di samping pantang larang dalam budaya masyarakat melayu, aspek agama sepatutnya pula jangan sampai diabaikan. Anak merupakan anugrah Allah SWT, dan kita wajib memelihara dan menjaganya sedari kandungan. 

Bagi muslimah yang tengah mengandung, perbanyaklah melakukan kebaikan dan ibadah dengan mengerjakan solat serta amalan lainnya. Seperti doa, membaca Alquran, berzikir, dan sebagainya.

(berbagai sumber)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.