Home / Lingkungan / Ternyata Gajah PLG Riau Ikut Padamkan Api

Ternyata Gajah PLG Riau Ikut Padamkan Api

Ternyata Gajah PLG Riau Ikut Padamkan Api
Foto; Ist

Kabar Melayu (Minas) - Gajah di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, ternyata turut berperan dalam melakukan pemadaman kebakaran Hutan dan Lahan yang terjadi di beberapa lokasi di Provinsi Riau. Gajah ini telah melakukan pemadaman sejak tahun 2004 lalu.

Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Supartono, kepada wartawan di PLG Minas, Kamis (19/11) menuturkan, gajah-gajah ini telah dilatih sejak tahun 2004 lalu. Gajah yang dikendalikan oleh seorang pawang ini khususnya dimanfaatkan untuk mengangkut peralatan pemadaman.

"Dalam melakukan pemadaman, gajah ini ternyata sangat efektif. Bahkan untuk menggulung dan menggelar selang, gajah ini lebih cepat dibanding dengan mengandalkan tenaga manusia," kata Supartono.

Masing-masing gajah, sebutnya, dalam melakukan pemadaman, biasanya dinaiki oleh dua orang, yakni seorang pawang dan seorang anggota Manggala Agni, petugas BKSDA yang khusus melakukan pemadaman.

Selain untuk pemadaman, gajah-gajah ini juga difungsikan untuk melakukan pengamanan hutan. DI PLG sendiri, pihaknya rutin melakukan patroli dengan menunggangi gajah.

"Bahkan dalam waktu dekat kita juga akan bekerjasama dengan PHP Minas-Tahura, yakni dalam hal pengamanan kawasan konservasi tersebut, di mana kawasan ini juga rentan dengan perambahan ilegal," terang Supartono.

Di PLG Minas sendiri saat ini ada sekitar 17 ekor gajah. Gajah-gajah ini dahulunya merupakan gajah liar yang dilatih.

Saat ini, pihak PLG dan BKSDA sedikit kesulitan dalam hal pendanaan, baik itu pakan maupun suplemen dan vitamin. Setiap hari, anggaran pakan gajah hanya Rp35 ribu rupiah. Ini jelas tidak mencukupi untuk makan gajah-gajah, di mana dalam stau hari saja, satu ekor gajah rata-rata membutuhkan 250 hingga 300 kilo pakan.(ndi)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.