Home / Ekonomi / Hari Oeang, Saatnya Pemerintah Tetapkan Target Realistis

Hari Oeang, Saatnya Pemerintah Tetapkan Target Realistis

Hari Oeang, Saatnya Pemerintah Tetapkan Target Realistis
reuters
ilustrasi rupiah

JAKARTA - Selama ini pemerintah dianggap tidak mampu menjaga stabilitas Rupiah. Hal itu dibuktikan dengan dalam APBN yang di mana pemerintah selalu menetapkan Rupiah pada level misalnya Rp12.500, pada kenyataannya Rupiah di pasar justru bergerak dalam level Rp12.700.

Pengamat pasar uang, Farial Anwar, menilai target pemerintah yang selalu meleset tersebut menjadi hambatan. Dia menilai, hal itu menjadi inkonsistensi pemerintah dalam mencapai target.

"Pemerintah tidak bisa menjaga stabilitas dan nilainya. Stabilitas selama satu tahun dalam level terbatas. APBN tetapkan Rupiah di level Rp12.500 pasar bergerak Rp12.700. Target tidak pernah tercapai tuh. Sangat memprihatinkan," jelas dia kepada Okezone.

Oleh sebab itu, dia menyarankan agar pemerintah dalam membuat anggaran harus betul dan tepat. "Kalau enggak bisa buat anggaran baik itu Rp13 ribu lalu direvisi Rp14 ribu, ya berantakan semua," tegas dia.

Dia melanjutkan, dengan adanya ketidakstabilan Rupiah, juga membuat masyarakat sengsara. Faktanya, di saat harga minyak dunia sedang turun tajam hingga mencapai USD50 per barel, masyarakat Indonesia tidak bisa turut merasakan turunnya harga BBM di dalam negeri.

"Negara lain menikmati harga BBM di dalam negerinya. Indonesia enggak bisa turunkan Premium dengan alasan dolar mahal. Intinya, kita enggak bisa menikmati apa yang terjadi penurunan di dunia komoditi. Masyarakat enggak bisa nikmati," tuturnya.

Farial berharap tahun depan, pemerintah dalam hal ini terutama BI mampu menjaga stabilitas Rupiah, sehingga pada akhirnya akan mampu membuat masyarakat cinta terhadap mata uang negerinya sendiri.

"Tahun 2016 nanti, di hari uang ini supaya ke depan bisa lebih jaga mata uang kita sehingga bisa muncul percaya dan cinta mata uang sendiri," tukasnya.


(mrt/okezone)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.