Home / Kesehatan / Asap Kretek Bahaya untuk Sekitar, Bagaimana dengan Rokok Elektrik?

Asap Kretek Bahaya untuk Sekitar, Bagaimana dengan Rokok Elektrik?

Asap Kretek Bahaya untuk Sekitar, Bagaimana dengan Rokok Elektrik?
Internet

JAKARTA - Sudah banyak berbagai studi melihat bagaimana seorang perokok pasif tetap berisiko alami masalah kesehatan yang serupa seperti perokok. Oleh karena itu sering disuarakan larangan merokok di tempat-tempat publik untuk melindungi orang lain yang bukan perokok.

Berkaitan dengan hal tersebut kini ada tren terbaru menggunakan rokok elektrik atau dikenal juga dengan nama vaping. Rokok ini diklaim lebih sehat karena asapnya tak dari bahan-bahan berbahaya yang terbakar melainkan cairan yang diuapkan.

dr Frans Abednego Barus, SpP, dari Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengomentari hal ini dan mengaku, meski belum ada studi, namun ia curiga bahwa asap rokok elektrik tetap berbahaya. Menurutnya asap rokok kretek dan rokok eletrik sama-sama tak bagus untuk dihirup oleh orang sekitar.

"Asumsi saya sama saja. Dia tetap bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK -red). Sumbatan ataupun perlambatan aliran udara itu past akan terjadi," kata dr Frans pada seminar Global Month of Service di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Menurut dr Frans uap udara yang dikeluarkan oleh rokok elektrik tentu akan berbeda dari udara sekitar. Dari suhu uap yang cukup tinggi, dapat dipastikan ketika asap rokok elektrik masuk saluran udara maka ia akan menimbulkan peradangan yang bisa menghalangi saluran napas.

"Terserah isinya mau apa, dari suhunya saja bisa terjadi PPOK. Elektrik saya katakan tetap merusak sama seperti original. Malah bisa lebih berbahaya karena orang bisa lebih sering menghisap setelah mendapatkan sense of security (rasa aman -red)," tutup dr Frans.(KM)

Sumber

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.