Home / Religi / Inilah yang Membuat Hati Kita Lembut

Inilah yang Membuat Hati Kita Lembut

Inilah yang Membuat Hati Kita Lembut
Internet

MANUSIA diciptakan dengan sempurna. Mereka dianugrahi akal dan hati yang menjadikannya berbeda dengan makhluk yang lain. Sesungguhnya kondisi hati setiap orang akan berbeda. Akan ada hati yang mengeras seperti batu atau lebih keras lagi dari itu. Sehingga ia jauh dari Allah, dari rahmat dan ketaatan kepada-Nya. 

Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras, yang tidak mempan ketika diingatkan dan diberi petuah.

Ada pula hati yang lembut, khusyuk dan tunduk kepada penciptanya, memahami dan mendekat kepada-Nya. Dekat pada rahmat dan ketaatan kepada-Nya. Sehingga pemilik membawa hati yang baik, penuh kasih sayang dan senantiasa muncul kebaikan dari dirinya.

Sesungguhnya keras dan lembutnya hati disebabkan oleh beberapa hal yang dilakukan oleh seorang hamba. Di antara penyebab paling besar yang membuat hati menjadi lembut adalah membaca Alquran dan mendengarkannya. 

Allah berfriman, “Seseungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaf: 37)

“Maka beri peringatanlah dengan Alquran orang yang takut dengan ancaman-Ku.” (QS. Qaf: 45)

Jelaslah bahwa hati kita akan lembut apabila kita lebih banyak membaca dan mendengarkan Alquran. Ketika hati kita mulai mengeras dan tak dapat menerima nasihat, maka sudah seharusnya kita pertanyakan dalam diri kita, bagaimana hubungan kita dengan Alquran?

Allah telah berfirman,

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” (Az-Zumar: 23)

Sumber

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.