Home / Pemerintahan / Atasi Abrasi Pulau Rangsang, Pusat Bantu Meranti Rp3,5 Miliar

Atasi Abrasi Pulau Rangsang, Pusat Bantu Meranti Rp3,5 Miliar

Atasi Abrasi Pulau Rangsang, Pusat Bantu Meranti Rp3,5 Miliar
Internet
Salah satu abrasi pantai di Kepulauan Meranti.

Kabar Melayu (SELATPANJANG) - Pulau Rangsang yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, merupakan salah satu pulau terluar di Kabupaten Indonesia. Salah satu pulau terbesar di Kabupaten Kepulauan Meranti ini, kini  menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat. 

Permasalahan abrasi memang menjadi masalah pelik di pulau ini. Selama terjadinya abrasi di Pulau Rangsang, setidaknya sudah ribuan hektar daratan yang amblas ke laut. Di antaranya Pantai Tanjung Motong yang telah mengalami abrasi 10 kilometer, Pantai Tanah Merah sepanjang 6  kilometer, Pantai Tanjung Kedabu sepanjang 6 kilometer dan Pantai Tanjung Medang 20 kilometer.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kabid Infrastruktur Perbatasan, Nasruni mengatakan, daratan di desa tersebut selama ini terus mengalami pengurangan. Dalam setahun, setidaknya abrasi pantai bisa mencapai hingga 30 meter. "Adapun upaya penyelamatan pulau tersebut adalah dengan dibangunnya batu pemecah ombak yang berfungsi menghempang derasnya ombak yang berasal dari laut Selat Malaka. Pembangunan tembok batu ini akan dilakukan di dua desa, yakni Desa Kedabu Rapat dan Desa Tanjung Medang," kata Nasruni, Kamis (5/11).

Menurut Nasruni, berhubung anggaran pusat untuk wilayah perbatasan tahun ini juga cukup terbatas, makalewat anggaran APBN-P, Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir dan Desa Tanjung 

Medang Kecamatan Rangsang mendapat bantuan APBN untuk menyelesaikan masalah abrasi dengan nilai Rp3,5 miliar."Sejauh ini kita telah mengusulkan ke pemerintah terkait masalah abrasi yang dialami Meranti selama ini. Batu pemecah ombak pembangunannya memakan biaya sangat besar, permeternya mencapai Rp25 juta," ujar Nasruni.

Diakui Nasruni lagi, saat ini pihaknya juga telah membangun penahan abrasi dari pohon Nibung,di mana yang telah terealisasi  sampai saat ini sepanjang 600 meter. Namun itu tidaklah seberapa, di mana ada puluhan ribu meter lagi daratan pantai yang harus diselamatkan.

"Syukurlah Meranti saat ini sudah mendapat perhatian besar dari Pemerintah Pusat. Dengan dimulainya pembangunan penyelamatan pulau Rangsang, berarti untuk tahun-tahun mendatang kita tidak sulit lagi mengusulkan kelanjutan pembangunan yang telah dimulai tersebut," ungkapnya.(rec)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.