Home / Nusantara / Kecuali Jawa, Mayoritas Daerah di Indonesia Defisit Listrik

Kecuali Jawa, Mayoritas Daerah di Indonesia Defisit Listrik

Kecuali Jawa, Mayoritas Daerah di Indonesia Defisit Listrik
Internet
Ilustrasi

Kabar Melayu - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, ada 11 sistem listrik nasional mengalami defisit listrik, terutama di luar Pulau Jawa. Akibatnya, masyarakat di luar Pulau Jawa kerap mengalami pemadaman.

Defisit listrik tertinggi terjadi di daerah sistem listrik Sulawesi Utara-Gorontalo, dan Kendari yang masing-masing mengalami defisit 22,94 persen serta 22,38 persen.   

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Alihuddin Sitompul, Jumat (6/11/2015) mengatakan, kondisi ini perlu diperbaiki.

"Ini mengerikan. Kalau tidak diperbaiki dengan meningkatkan kapasitas listrik, bisa bahaya," kata Alihuddin di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta.

Alihuddin mengatakan bahwa perbaikan ini diperlukan untuk menekan terjadinya pemadaman listrik. Terlebih, melihat kondisi gardu induk yang dioperasikan PT Perusahaan Listrik Negara, sudah berumur tua.

Menurut data Kementerian ESDM per 28 Oktober 2015, dari 23 sistem listrik nasional, ada tiga sistem listrik normal atau cadangan listrik dalam kondisi cukup, yaitu Ternate dan Maluku, Ambon, dan Nusa Tenggara Timur. 

Sebanyak sembilan sistem listrik siaga, yaitu Batam, Tanjung Pinang, Bangka, Jawa Bali, Bima Sumbawa, Sulawesi Selatan-Poso-Tentena, Kupang, dan Palu.

Sementara itu, sisanya, yang defisit listrik ada 11 sistem. Di Pulau Sumatera, yakni di Aceh-Sumatera Utara defisit 5,22 persen, Sumatera Barat-Riau-Jambi degisit 9,79 persen, Sumatera Selatan-Bengkulu-Lampung (SBS) defisit 8,19 persen, dan Belitung defisit 14,9 persen, 

Di Pulau Kalimantan, yakni Kalimantan Barat defisit 8 persen, Kalimantan Timur defisit 1,04 persen, dan Kalimantan Selatan Tengah defisit 9,15 persen. Lombok defisit 17,35 persen. 

Di Pulau Sulawesi, yang mengalami defisit listrik yaitu Sulawesi Utara Gorontalo (Sulutgo) defisit 22,94 persen, dan Kendari defisit 22,38 persen. Selanjutnya Jayapura, Papua, defisit 4,28 persen.

Alihuddin menjelaskan, untuk mengatasi defisit itu, pemerintah berkomitmen membangun program pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW). Menteri ESDM, Sudirman Said, pun telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, terkait realisasi program ini.

"Beliau minta tolong catat siapa saja bupati atau gubernur yang tidak mau mendukung program 35 ribu MW," kata dia.

Sumber Viva

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.